Anak Presiden Soekarno ganti agama seperti leluhur
Viva

Anak Presiden Soekarno ganti agama seperti leluhur

Anak presiden pertama Indonesia, Sukmawati Soekarnoputri resmi memeluk agama hindu setelah ritual yang telah dilakukannya di Bali.

Saudara perempuan Megawati, Sukmawati Soekarnoputri resmi berganti agama dari Islam ke agama hindu setelah menjalankan ritual Sudhi Wadani di Bali beberapa waktu lalu.

Sukmawati melakukan ritual mandi laut di pantai Lovina.

Aplikasi pengantin viral

Alasan Sukmawati pindah agama

Alasan Sukmawati Soekarnoputri pindah agama dari agama Islam ke Hindu adalah karena agama hindu merupakan agama leluhurnya.

Dia mengatakan bahwa ketertarikan terhadap agama hindu sudah ada sejak 66 tahun yang lalu. Nenek Sukmawati atau ibu dari Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai yang juga seorang pemeluk agama Hindu yang berasal dari Bali, tepatnya Singaraja.

Menanggapi kepindahan agama Sukmawati dari Islam ke Hindu, wakil ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia), Anwar Abbas meminta agar Ibu Sukmawati menjadi seorang yang taat beribadah dan menjadi pengikut Hindu yang baik. Dan meminta Sukmawati agar fokus dengan agama barunya, Hindu dan saling menghormati antar agama agar persatuan Indonesia tetap terjaga.

Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri atau yang lebih dikenal dengan Sukmawati Soekarnoputri adalah putri dari proklamator Indonesia, Soekarno yang lahir pada 26 Oktober 1951.

Dia adalah seorang politikus, seniman, dan adik dari presiden Megawati Soekarnoputri.

Selengkapnya:  Adele 'Easy on me' kalahkan single 'Butter' BTS

Sukmawati juga yang menghidupkan Partai Nasional Indonesia dengan disingkat jadi PNI. Dia juga menulis buku yang berjudul Creeping Coup D’Tat Mayjen Suharto. Dalam buku tersebut mengisahkan dirinya sejak hidup di Istana negara dan meyakini bahwa Suharto telah mengkudeta ayahnya, Soekarno saat ayahnya masih menjadi presiden Republik Indonesia.

Sukmawati menikah dengan Adipati Mangkunegara dan bercerai. Kini, diusianya yang akan menjelang 70 memutuskan untuk berpindah keyakinan dari agama Islam ke agama leluhurnya, Hindu.

Sukmawati juga pernah diduga menistakan agama Islam dalam pidatonya. Salah satu dugaan yang santer ditujukan kepadanya adalah terkait membandingkan nabi muhammad dengan Soekarno, ayahnya. Manakah yang lebih bagus pancasila atau alquran? Pada abad 20, siapa yang memperjuangkan kemerdekaan? Nabi Muhammad atau Soekarno?

Itulah beberapa dugaan penistaan yang sering ditujukan pada Sukmawati Soekarnoputri.

Mantan presiden Soesilo bambang Yudhoyono terkena kanker Prostat

Mantan presiden Republik Indonesia yang dikenal dengan sebutan SBY terkena kanker prostat stadium awal. Saat ini SBY direncakana akan berobat keluar negeri.

Menurut detik.com, SBY telah menghubungi presiden saat ini, Jokowi terkait dengan dirinya yang akan berobat ke luar negeri.

“Sesuai dengan etika dan tata krama yang dianut Bapak SBY, beliau sudah menelepon Bapak Presiden Jokowi untuk melaporkan rencana berobat ke luar negeri,” ujar staf pribadi SBY, Ossy Dermawan, dalam keterangannya, Selasa (2/11/2021)

Selengkapnya:  Jepang mencabut kondisi daruratnya

Dalam telponnya dengan presiden Jokowi, respon Jokowi cukup baik. Saat ini ada dua dokter keprisedinan yang mendampingi SBY.

SBY menjalani serangkaian medical check up dan diketahui bahwa dari pemeriksaan tersebut SBY didiagnosis terkena kanker prostat stadium awal.

SBY rencananya akan melakukan medical check up di luar negeri mengetahui lebih jauh terkait kanker prostat yang dideritanya saat ini.

Berikut ini pernyataan lengkap soal SBY kena kanker prostat:

PERNYATAAN PERS
2 November 2021

Beberapa hari ini, saya selaku Staf Pribadi Bapak SBY, menerima banyak pertanyaan dari sejumlah kalangan antara lain para sahabat Bapak SBY, wartawan dan anggota masyarakat, menyangkut kesehatan Bapak SBY, Presiden RI Ke-6. Oleh karena itu, agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan akurat, saya akan jelaskan melalui press release hari ini.

Adalah benar Bapak SBY dalam waktu dekat akan melakukan medical check-up dan treatment di luar negeri. Sesuai dengan diagnosa dari Tim Dokter, Bapak SBY mengalami kanker prostat (prostate cancer). Berdasarkan hasil pemeriksaan baik melalui metode MRI, biopsi, Positron Emission Tomography (PET) Specific Membrane Antigen (SMA) Scan dan pemeriksaan yang lain, kanker prostat yang diderita oleh Bapak SBY masih berada dalam tahapan (stadium) awal. Sesuai dengan kondisi kesehatan Bapak SBY saat ini, Tim Dokter menyimpulkan semua opsi terbuka untuk melakukan pengobatan dan penyembuhan Bapak SBY. Setelah dilakukan konsultasi yang mendalam dengan Tim Dokter Indonesia, termasuk para urolog senior, diputuskan medical treatment dilakukan di sebuah rumah sakit di luar negeri yang memiliki pengalaman panjang dan teknologi yang maju untuk menangani kanker prostat. Komunikasi yang dilakukan antara Tim Dokter Indonesia dan Tim Dokter negara sahabat tersebut berlangsung dengan baik dan pihak luar negeri sepakat dan bersedia untuk menangani Bapak SBY. Ketua Tim Dokter luar negeri dalam komunikasi langsung dengan Bapak SBY (via telemedicine), setelah mempelajari semua data kesehatan Bapak SBY, menyampaikan optimismenya untuk bisa mengatasi penyakit yang diderita Bapak SBY.

Sesuai dengan etika dan tata krama yang dianut Bapak SBY, beliau sudah menelepon Bapak Presiden Jokowi untuk melaporkan rencana berobat ke luar negeri. Presiden Jokowi memberikan respons yang baik dan menyampaikan bahwa satu-dua anggota Tim Dokter Kepresidenan akan mendampingi dalam pengobatan tersebut.

Perlu kami sampaikan pula bahwa selama ini Bapak SBY tetap menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti menunggui klub bola voli Lavani berlatih, melukis, membaca dan menulis, berolahraga serta kegiatan-kegiatan lain. Melalui press release ini, Bapak SBY memohon doa dari para sahabat khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar medical treatment yang dilakukan dapat berjalan dengan baik.

Terima kasih.

Ossy Dermawan
Staf Pribadi Presiden RI Ke-6